Powered By Blogger

Senin, 06 Maret 2017

KOHATI Cabang Tulungagung


Catatan Profil KOHATI Cabang Tulungagung
Senin, 07/03/2017


Gerakan perempuan Indonesia mendapat tantangan untuk kedepannya yakni bagaimana cara mengolah dan mempertahankan isu-isu kesetaraan gender, sehingga hal tersebut tidak menghilang perlahan-lahan. KOHATI atau Korps HMI-Wati merupakan salah satu organisasi mahasiswa yang dibentuk untuk memberikan kontribusi dalam hal meningkatkan kualitas mahasiswi di Indonesia. Dengan berdirinya KOHATI sejak pada 17 September 1966, diharapkan mampu berfungsi sebagai wadah aspirasi kader HMI-Wati pada organisasi HMI agar menjadi angin segar terkait proses gender mainstreaming dalam tubuh HMI.
Konstitusi yang mengatur KOHATI dituangkan dalam Pedoman Dasar KOHATI. Pada bab II pasal 5 peraturan dasar tertulis bahwa tujuan KOHATI, adalah Terbinanya muslimah berkualitas Insan Cita”. Terbentuknya kohati bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan peranan HMI-wati dan perjuangan dalam rangka mencapai tujuan HMI pada umumnya dan bidang keperempuanan pada khususnya. Status KOHATI adalah semi otonom dalam struktur HMI. Sebagai lembaga semi otonomi HMI, KOHATI memiliki wilayah garapan lebih luas karena tidak hanya lingkup dirinya sendiri yaitu sebagai kader organisasi namun juga diharapkan mampu melakukan kerja-kerja sosial baik di lingkungan intern HMI, kampus, masyarakat, hinggs kontribusinya pada pemerintah. Sebagai organisasi perempuan, KOHATI juga bertanggungjawab untuk terciptanya masyarakat adil dan makmur yang dapat dicapai dari salah satu wujud perannya sebagai pencetak dan pembina muslimah sejati untuk menegakan dan mengembangkan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Dalam konteks ke-Indonesiaan ini, KOHATI harus ikut kontribusi dalam pembangunan Indonesia baik didalam sistem atau diluar sistem.
KOHATI memiliki struktur kepengurusan yang vertical mulai dari PB hingga ke cabang-cabang maupun komisariat. Seperti dilaporkan PB HMI, bahwa perkembangan KOHATI sangat cepat, terbukti pada usianya yang ke 2,5 tahun, KOHATI berhasil terbentuk di 70 cabang dari 110 cabang HMI di Indonesia.
Salah satu Cabang yang hingga kini masih aktif yaitu KOHATI Cabang Tulungagung. Sejak ikrar pelantikan dibacakan pada tanggal 22 Oktober 2016, kepengurusan KOHATI Cabang Tulungagung periode 2016-2017 telah resmi terlantik dengan jumlah 8 pengurus. Struktur kepengurusan terbentuk mulai dari ketua umum yaitu Annisatul Khusna, sekretaris umum yaitu Faridatul Maisaroh dan wakil sekretaris umum yaitu Lolita Febridonata dan Yunita Rohmah A.S., bendahara yaitu Hesti Muasrofah dan wakil bendahara umum yaitu Awanis Sarofina, ketua bidang internal dan ketua bidang eksternal yaitu Melisa Fitriani dan Diyah Tri Astuti. Membuat program yang mampu mengembangkan kualitas kader KOHATI baik dalam segi internal maupun eksternal merupakan misi kepengurusan tahun 2016-2017 ini. Upaya komunikasi dengan HMI Cabang akan terus dibangun agar tercipta sinergitas yang baik antara keduanya.

Bahagia HMI...

Jayalah KOHATI...

Berkibarlah selalu Hijau Hitamku...
 


Gerakan perempuan merupakan sebuah kelompok yang ingin memperjuangkan ketidaksetaran dan ketidakadilan gender. Adanya gerakan perempuan untuk melakukan sebuah perubahan sosial pada tataran masyarakat, memang sangat vital. Hal ini berkaitan dengan sebuah proses transformasi pengetahuan, strategi dan praksis akan sebuah isu atau gagasan gerakan perempuan, contohnya target gender mainstreaming sehingga upaya yang ingin dicapai untuk kesetaraan dan keadilan gender akan terkontrol dan terwujud. Tentu saja perjuangan ini memakan proses yang panjang, sejarah juga harus mencatat keberadaan perempuan atau gerakan perempuan agar diketahui yang terlibat dalam pembentukan sejarah bukan hanya laki-laki tetapi juga perempuan. Gerakan perempuan Indonesia juga mendapat tantangan untuk kedepannya yaitu bagaimana mengolah dan mempertahankan isu kesetaraan gender, sehingga tidak menghilang perlahan-lahan. Korps HMI-Wati atau KOHATI merupakan salah satu organisasi mahasiswa yang dibentuk untuk kontribusi peningkatan kualitas mahasiswi di Indonesia. Dengan berdirinya KOHATI (Korps HMI-Wati) pada 17 September 1966, sebagai wadah aspirasi kader HMI-Wati di organisasi HMI menjadi angin segar untuk adanya proses gender mainstreaming ditubuh HMI. Sebagai lembaga semi otonomi HMI, KOHATI mempunyai wilayah garapan yang lebih luas karena bukan hanya lingkup dirinya sendiri sebagai manusia atau mahasiswa sebagai kader organisasi tapi juga diharapkan untuk melakukan kerja-kerja sosial pada lingkungan intern HMI, kampus, masyarakat dan juga pemerintah. Sebagai organisasi perempuan, KOHATI juga bertanggungjawab terciptanya adil dan makmur yang dapat ditandai dengan proses transformasi perannya sebagai pencetak dan pembina muslimah sejati untuk menegakan dan mengembangkan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Dalam konteks ke-Indonesiaan ini, KOHATI harus ikut kontribusi dalam pembangunan Indonesia baik didalam sistem atau diluar sistem.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ekaferliana/kohati-di-tengah-sistem-pembangunan-di-indonesia-dan-upaya-mewujudkan-masyarakat-madani-yang-berkeadilan-gender_5500ab75a333112370511a23
Gerakan perempuan merupakan sebuah kelompok yang ingin memperjuangkan ketidaksetaran dan ketidakadilan gender. Adanya gerakan perempuan untuk melakukan sebuah perubahan sosial pada tataran masyarakat, memang sangat vital. Hal ini berkaitan dengan sebuah proses transformasi pengetahuan, strategi dan praksis akan sebuah isu atau gagasan gerakan perempuan, contohnya target gender mainstreaming sehingga upaya yang ingin dicapai untuk kesetaraan dan keadilan gender akan terkontrol dan terwujud. Tentu saja perjuangan ini memakan proses yang panjang, sejarah juga harus mencatat keberadaan perempuan atau gerakan perempuan agar diketahui yang terlibat dalam pembentukan sejarah bukan hanya laki-laki tetapi juga perempuan. Gerakan perempuan Indonesia juga mendapat tantangan untuk kedepannya yaitu bagaimana mengolah dan mempertahankan isu kesetaraan gender, sehingga tidak menghilang perlahan-lahan. Korps HMI-Wati atau KOHATI merupakan salah satu organisasi mahasiswa yang dibentuk untuk kontribusi peningkatan kualitas mahasiswi di Indonesia. Dengan berdirinya KOHATI (Korps HMI-Wati) pada 17 September 1966, sebagai wadah aspirasi kader HMI-Wati di organisasi HMI menjadi angin segar untuk adanya proses gender mainstreaming ditubuh HMI. Sebagai lembaga semi otonomi HMI, KOHATI mempunyai wilayah garapan yang lebih luas karena bukan hanya lingkup dirinya sendiri sebagai manusia atau mahasiswa sebagai kader organisasi tapi juga diharapkan untuk melakukan kerja-kerja sosial pada lingkungan intern HMI, kampus, masyarakat dan juga pemerintah. Sebagai organisasi perempuan, KOHATI juga bertanggungjawab terciptanya adil dan makmur yang dapat ditandai dengan proses transformasi perannya sebagai pencetak dan pembina muslimah sejati untuk menegakan dan mengembangkan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Dalam konteks ke-Indonesiaan ini, KOHATI harus ikut kontribusi dalam pembangunan Indonesia baik didalam sistem atau diluar sistem.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ekaferliana/kohati-di-tengah-sistem-pembangunan-di-indonesia-dan-upaya-mewujudkan-masyarakat-madani-yang-berkeadilan-gender_5500ab75a333112370511a23
Gerakan perempuan merupakan sebuah kelompok yang ingin memperjuangkan ketidaksetaran dan ketidakadilan gender. Adanya gerakan perempuan untuk melakukan sebuah perubahan sosial pada tataran masyarakat, memang sangat vital. Hal ini berkaitan dengan sebuah proses transformasi pengetahuan, strategi dan praksis akan sebuah isu atau gagasan gerakan perempuan, contohnya target gender mainstreaming sehingga upaya yang ingin dicapai untuk kesetaraan dan keadilan gender akan terkontrol dan terwujud. Tentu saja perjuangan ini memakan proses yang panjang, sejarah juga harus mencatat keberadaan perempuan atau gerakan perempuan agar diketahui yang terlibat dalam pembentukan sejarah bukan hanya laki-laki tetapi juga perempuan. Gerakan perempuan Indonesia juga mendapat tantangan untuk kedepannya yaitu bagaimana mengolah dan mempertahankan isu kesetaraan gender, sehingga tidak menghilang perlahan-lahan. Korps HMI-Wati atau KOHATI merupakan salah satu organisasi mahasiswa yang dibentuk untuk kontribusi peningkatan kualitas mahasiswi di Indonesia. Dengan berdirinya KOHATI (Korps HMI-Wati) pada 17 September 1966, sebagai wadah aspirasi kader HMI-Wati di organisasi HMI menjadi angin segar untuk adanya proses gender mainstreaming ditubuh HMI. Sebagai lembaga semi otonomi HMI, KOHATI mempunyai wilayah garapan yang lebih luas karena bukan hanya lingkup dirinya sendiri sebagai manusia atau mahasiswa sebagai kader organisasi tapi juga diharapkan untuk melakukan kerja-kerja sosial pada lingkungan intern HMI, kampus, masyarakat dan juga pemerintah. Sebagai organisasi perempuan, KOHATI juga bertanggungjawab terciptanya adil dan makmur yang dapat ditandai dengan proses transformasi perannya sebagai pencetak dan pembina muslimah sejati untuk menegakan dan mengembangkan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Dalam konteks ke-Indonesiaan ini, KOHATI harus ikut kontribusi dalam pembangunan Indonesia baik didalam sistem atau diluar sistem.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ekaferliana/kohati-di-tengah-sistem-pembangunan-di-indonesia-dan-upaya-mewujudkan-masyarakat-madani-yang-berkeadilan-gender_5500ab75a33311